Oleh Ustadzah Ina Febriana Sari
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ .
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
Puji syukur Atas kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita begitu banyaknya nikmat, salah satunya adalah nikmatnya menuntut ilmu.
Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada pucuk pimpinan umat Islam sedunia yakni, baginda nabi Muhammad ﷺ dengan mengucapkan sholawat kepada beliau "Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad".
Yang saya hormati teman-teman sekalian.
"Tanpa memperpanjang mukadimah, mari kita masuki tema kultum kita pada kesempatan ini, yaitu: 'Jangan Lari dari Pertolongan Allah, Semua Masalah Pasti Ada Solusinya'.
Adakah di antara teman-teman di sini yang sama sekali tidak memiliki masalah?
Setiap orang pasti diuji oleh Allah dengan permasalahannya masing-masing. Hanya saja, bentuk ujian yang kita hadapi tentu berbeda-beda. Ada yang Allah uji dengan konflik keluarga atau perselisihan antarsaudara.
Ada pula yang diuji dengan hawa nafsu dan syahwat yang sulit dikendalikan. Bahkan, urusan cinta dan hati pun sejatinya adalah bentuk ujian. Selain itu, tidak sedikit yang diuji dari segi ekonomi, seperti kesulitan rezeki, terlilit utang, dan berbagai rentetan ujian kehidupan lainnya."
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 35:
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."
Melalui ayat ini, Allah telah menegaskan sunnatullah (ketetapan Allah) dalam kehidupan. Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita terus-menerus mengeluh atau mempertanyakan takdir-Nya, seperti meratap, "Ya Allah, mengapa ujian ini datang silih berganti? Mengapa masalah ini tidak kunjung selesai, ya Allah?"
Padahal, Allah telah menyampaikan sejak awal bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian, dan selama fase kehidupan itu berlangsung, kita pasti akan terus diuji baik dengan ujian kebaikan (kenikmatan) maupun keburukan (kesulitan)."
Terkadang, ujian itu datang dalam bentuk ketaatan, yang tanpa sadar menyusupkan penyakit hati sehingga kita merasa lebih baik dan lebih suci daripada orang lain.
Atau sebaliknya, kita diuji dengan jeratan kemaksiatan. Secara ilmu, kita mengetahui hukumnya, kita hafal dalilnya, dan kita sadar betul bahwa Allah murka terhadap perbuatan tersebut. Akan tetapi, hawa nafsu di dalam diri kita acapkali berontak layaknya kuda liar yang sangat sulit untuk ditundukkan.
Perjalanan hidup kita di dunia ini sungguh berliku dan sarat akan rintangan. Berbagai macam persoalan silih berganti kita hadapi. Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berjanji bahwa setiap permasalahan pasti memiliki jalan keluar. Ini adalah janji yang pasti dari Allah, sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Qur'an Surah At-Thalaq ayat 2-3:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْر (٣) .
"...Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2), dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (3)."
Oleh karena itu, tatkala ujian menerpa, janganlah kita berpaling dan menjauh dari pertolongan Allah. Sebaliknya, jadikanlah ujian itu sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Dengan kepasrahan tersebut, Allah akan mengaruniakan ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta memberikan kemudahan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang kita hadapi.
Dalam dinamika kehidupan ini, manusia mungkin saja membenci kita. Orang-orang terdekat pun mungkin saja meninggalkan kita. Akan tetapi, percayalah teman-temanku, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan pernah berbuat demikian kepada hamba-Nya yang berserah diri. Hal ini sejalan dengan firman-Nya di dalam Surah Ad-Duha ayat 3:
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
"Tuhanmu (Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu".
Maka dari itu sertakan Allah setiap apa yang sedang kamu hadapi di dunia ini, karena dunia ini hanyalah perjalan yang singkat untuk menuju perjalan yang panjang yaitu nya (Akhirat).
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 💗
Sabtu 4 April 2026 06:53
